Di Balik Serangan Air Keras, Kegigihan Aktivis HAM yang Tak Surut

By Admin

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya
nusakini.com, Di tengah proses perawatan yang masih berlangsung di rumah sakit, perhatian publik tertuju pada Andrie Yunus, seorang aktivis yang selama ini dikenal aktif mendampingi korban pelanggaran hak asasi manusia.

Bagi rekan-rekannya di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie bukan sekadar kolega. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten terlibat dalam berbagai advokasi kemanusiaan, mulai dari pendampingan korban hingga pengawalan kasus yang berkaitan dengan isu HAM.

Belakangan ini, organisasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah Andrie mengalami serangan penyiraman air keras yang menyebabkan luka bakar serius. Insiden itu memicu kekhawatiran di kalangan pegiat masyarakat sipil mengenai keamanan para pembela hak asasi manusia.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menggambarkan serangan tersebut sebagai peristiwa yang memprihatinkan bagi komunitas advokasi. Menurutnya, ancaman terhadap organisasi maupun aktivis bukan hal baru, namun insiden yang menimpa Andrie dipandang sebagai bentuk eskalasi yang lebih serius.

Di tengah situasi tersebut, KontraS menyatakan tetap melanjutkan kerja advokasi yang selama ini dijalankan. Organisasi itu juga mendorong negara untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan bagi para pembela HAM.

Bagi para aktivis, insiden ini bukan hanya soal keselamatan individu, tetapi juga tentang ruang aman bagi masyarakat yang terlibat dalam upaya memperjuangkan keadilan dan demokrasi.